Selasa, 27 Agustus 2013

bagus indra kurniawan 9D / 7


Perpisahan Yang Sukses
                   Sebelum waktu perpisahan sekolah dasarku, sekolah mengadakan rekreasi perpisahan. Rekreasi ini adalah rekreasi yang menuju sekaligus 3 tempat. Sebelum berangkat, aku menyiapkan barang-barang keperluanku yang akan dibawa pergi. Ya... seperti perlengkapan baju ganti, jaket, topi dan masih banyak lagi. Keesokan harinya, pada saat jadwal keberangkatan rekreasiku, teman-temanku  banyak yang diantar oleh orang tuanya sebelum berangkat rekreasi “aku sih.. gak di antar ya gakpapa”. Setelah waktunya berangkat datanglah bis zena yang besar untuk mengantar rombonganku ke tempat tujuan.
                    Di dalam perjalananan yang pertamaku, aku melihat bekas bangunan-bangunan rusak parah di daerah Surabaya, karena terkena luapan lumpur lapindo yang selama ini masih belum jelas dalam penyelesaiannya. Perjalananku memang cukup lama kurang lebih 1½jam, tetapi setelah aku sampai di tujuanku yang pertama, aku dan rombonganku yaitu teman-temanku dan guru-guruku merasa lega dari lama perjalanan yang lama karena melihat keindahan dari Gua Lawa atau disebut juga gua kelelawar. Di sana kami berfoto-foto untuk mengabadikannya agar kami dapat mengingat peristiwa tersebut.
                    Setelah kami puas di tempat yang pertama, aku dan rombongan berangkat ke tempat yang kedua yaitu Gua Maharani di Tuban. Lama perjalanku kurang lebih 30 menit. Di tempat kedua ini kami membeli cinderamata dan oleh-oleh yang cukup untuk kenang-kenangan di bawa ke rumah. Aku membeli sebuah kacamata yang cukup bagus di sana buatku harga barang sangat mahal, maka dari sebab itu aku dan rombongan tawar-menawar sebelum membeli cinderamata dan oleh-oleh itu. Setelah puas membeli oleh-oleh kami masuk ke Gua Maharani yang di atasnya terdapat pasar tradisional dan peninggalan di kota Tuban tersebut menjadi daya tarik tempat tersebut.
                    Saat kami masuk ke dalam gua dan berjalan mengikuti rute gua kami melihat larangan-larangan yang di buat didalam gua seperti, dilarang berteriak-teriak di dalam gua, dilarang menengok ke belakang dan masih banyak lagi larangan-larangan yang ada di sana. Suasana di gua tersebut adalah sejuk dan sedikit bersuasana mistis seperti dunia lain itupun dirasakan semua rombongan “he… he... he... serem juga, kayak rumah hantu aja” kata temenku. Setelah keluar dari gua semua rombongan dan termasuk saya melanjutkan ke perjalanan kami yang terakhir yaitu klenteng tertua di Indonesia. Perjalan yang ini tak lama, karena dekat dengan tempatku tadi berada. Klenteng ini sangat besar yang bertingkat 4 lantai “The big klenteng…” kata temenku.
                    Kami sekali lagi berfoto-foto untuk dijadikan kenang-kenangan kami bersama “narsis kali ya... kok foto terus-terusan..” kata sahabatku. Semua merasa puas atas keindahan tempat-tempat yang belum pernah di kunjungi sebelumnya. Tak lupa rombonganku mengisi perut agar tak terasa lapar, kamipun pulang dengan tangan penuh oleh-oleh dan cinderamata khas Tuban untuk dibawa pulang. Pengalaman ini tak dapat dilupakan karena hati selalu senang bila aku mengingatnya.




















Makasih yang udah mbaca cerpen q ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar