Perpisahan Yang Sukses
Sebelum waktu perpisahan sekolah dasarku, sekolah
mengadakan rekreasi perpisahan. Rekreasi ini adalah rekreasi yang menuju
sekaligus 3 tempat. Sebelum berangkat, aku menyiapkan barang-barang keperluanku
yang akan dibawa pergi. Ya... seperti perlengkapan baju ganti, jaket, topi dan
masih banyak lagi. Keesokan harinya, pada saat jadwal keberangkatan rekreasiku,
teman-temanku banyak yang diantar oleh
orang tuanya sebelum berangkat rekreasi “aku sih.. gak di antar ya gakpapa”.
Setelah waktunya berangkat datanglah bis zena yang besar untuk mengantar
rombonganku ke tempat tujuan.
Di dalam perjalananan
yang pertamaku, aku melihat bekas bangunan-bangunan rusak parah di daerah
Surabaya, karena terkena luapan lumpur lapindo yang selama ini masih belum
jelas dalam penyelesaiannya. Perjalananku memang cukup lama kurang lebih 1½jam,
tetapi setelah aku sampai di tujuanku yang pertama, aku dan rombonganku yaitu teman-temanku
dan guru-guruku merasa lega dari lama perjalanan yang lama karena melihat
keindahan dari Gua Lawa atau disebut juga gua kelelawar. Di sana kami
berfoto-foto untuk mengabadikannya agar kami dapat mengingat peristiwa
tersebut.
Setelah kami
puas di tempat yang pertama, aku dan rombongan berangkat ke tempat yang kedua
yaitu Gua Maharani di Tuban. Lama perjalanku kurang lebih 30 menit. Di tempat
kedua ini kami membeli cinderamata dan oleh-oleh yang cukup untuk
kenang-kenangan di bawa ke rumah. Aku membeli sebuah kacamata yang cukup bagus di
sana buatku harga barang sangat mahal, maka dari sebab itu aku dan rombongan
tawar-menawar sebelum membeli cinderamata dan oleh-oleh itu. Setelah puas
membeli oleh-oleh kami masuk ke Gua Maharani yang di atasnya terdapat pasar
tradisional dan peninggalan di kota Tuban tersebut menjadi daya tarik tempat
tersebut.
Saat kami
masuk ke dalam gua dan berjalan mengikuti rute gua kami melihat
larangan-larangan yang di buat didalam gua seperti, dilarang berteriak-teriak
di dalam gua, dilarang menengok ke belakang dan masih banyak lagi
larangan-larangan yang ada di sana. Suasana di gua tersebut adalah sejuk dan
sedikit bersuasana mistis seperti dunia lain itupun dirasakan semua rombongan
“he… he... he... serem juga, kayak rumah hantu aja” kata temenku. Setelah
keluar dari gua semua rombongan dan termasuk saya melanjutkan ke perjalanan
kami yang terakhir yaitu klenteng tertua di Indonesia. Perjalan yang ini tak
lama, karena dekat dengan tempatku tadi berada. Klenteng ini sangat besar yang
bertingkat 4 lantai “The big klenteng…” kata temenku.
Kami sekali
lagi berfoto-foto untuk dijadikan kenang-kenangan kami bersama “narsis kali
ya... kok foto terus-terusan..” kata sahabatku. Semua merasa puas atas
keindahan tempat-tempat yang belum pernah di kunjungi sebelumnya. Tak lupa
rombonganku mengisi perut agar tak terasa lapar, kamipun pulang dengan tangan
penuh oleh-oleh dan cinderamata khas Tuban untuk dibawa pulang. Pengalaman ini
tak dapat dilupakan karena hati selalu senang bila aku mengingatnya.
Makasih yang udah mbaca
cerpen q ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar